Wednesday, February 28, 2018

20 Cara Mengatasi GTM Anak 2 Tahun

Apa pula itu GTM? Itu tuh, kependekan dari gerakan tutup mulut. Jadi, si anak nggak mau mangap, ato ogah buka mulutnya buat makan, alias tutup rapet pet pet kek habis pake lipstik dari lem, hiks. Nah, Anak Lanang juga pernah melakukan aksi GTM yang sekarang berusia 2,5 taon. Seperti di foto di bawah ini, sudah dihadapkan berbagai macam makanan, tetep aja mulutnya mincep.


Tapi, biasanya aku melakukan 20 hal di bawah ini buat mengatasi GTM anak 2 tahun.


Satu, kenali penyebab GTM. 
Pastikan kalau bukan karena sakit, ya. Kalau sakit, ibu-yang-biasa-pake-daster harus ganti seragam suster dulu, hehehe. Soalnya, anak males makan, jadi harus sering disuapi atau ditawari makan. Habisnya, sekali makan paling cuma beberapa sendok. Kalau enggak sakit, baru siapkan diri praktekin trik-trik mengusir GTM. Kalau lihat Anak Lanang, dia GTM bisa karena lagi bosan kok ibunya masak sop lagi sop lagi #IbuMalas, hihihi.

Baca: Menu MPASI Bayi 6 Bulan 

Dua, tawarkan menu favoritnya.
Biasanya, anak punya kecenderugan suka makanan tertentu. Tapi, hanya dalam jangka waktu tertentu. Misalnya nih Anak Lanang, usia 6-12 bulan kalau susah makan ya menu favoritnya dicampur buah. Iya, nasi sop yang awalnya nggak doyan, bisa langsung lahap pas dicampur pepaya. Terus, usia 1 sampai 1,5 tahun itu favoritnya nasi tim di bubur bayi depan komplek, mungkin bosen sama masakan Ibu, ya, Nak #PotekHatiIbu.

Tiga, mungkin anak bosen nasi, jadi tawarkan kentang.
Makan itu nggak harus pake nasi. Yang penting ada karbohidrat, lauk pauk, sayur. Nah, karbohidrat itu nggak harus dari nasi. Bisa kentang, atau macroni, atau mie, atau spageti, dll. Kalo milih kentang, bisa buat kentang goreng yang lonjong, kentang kukus, kentang tumbuk ato smashed potato, atau pastel tutup juga dari kentang. Asal anak jangan langsung disuruh nelen kentang mentah, ya, hehehe. 

Empat, mungkin anak bosan berkuah, coba tawarkan makanan kering.
Coba ingat-ingat, jangan-jangan sekarang lebih sering masak makanan yang berkuah? Mungkin, anak lagi bosan, tuh. Coba tawarkan makanan yang kering. Misalnya, sebelumnya sering masak ikan goreng dan kuah sop. Sesekali ganti ayam goreng tepung dengan sayur wortel rebus aja. Yang penting, makanannya tetap ditaruh di atas piring, ya. Jadi, anak jangan makan langsung dari wajannya, hihihi.

Lima, mungkin anak bosan makanan tradisional, sesekali tawarkan western food.
Terkadang, Anak Lanang juga sok bule gitu, hihihi, alias pengen lahap kalo dimasakin western food. Tahu aja kalo dia bule Timur Tengah (Ibunya Jawa Timur, Bapaknya Jawa Tengah *minta dipentung). Biasanya, aku masakin macroni schotel, steak, lasagna, dll. Tapi masa makan western food ini paling 1-2 hari aja. Habis gitu lahap makan nasi lagi #BuleKaWe, hehehe.

Enam, mungkin kurang suka western food, coba tawarkan chinese food.
Kalo sudah capek-capek bikin western food, tapi tetep GMT gimana? Mending dimakan ibunya aja semuanya. Dari pada mubadzir, toh? #PerutKarung. Selanjutnya, bereksperimenlah membuat chinese food. Misalnya, nasi goreng, mie goreng, cap jay, dll. Siapa tahu, anak lebih suka chinese food dari pada western food.

Tujuh, coba menu baru.
GTM bikin ibu bingung harus masak apa? Googling ato baca buku resep. Lalu lakukan “cap cip cup” dan pilih salah satu resep secara random, hihihi. Ato, misalnya di kulkas ada daging sapi, ya cari resep aneka olahan dari daging sapi buat balita. Walo kenyataannya, mungkin resep hanya dikumpulkan dan entah kapan dipraktekkan *tunjuk idung sendiri.

Delapan, buat makanan dengan bentuk lucu.
Sesekali, nasinya dibentuk yang lucu-lucu ala bento gitu. Bisa beli cetakannya, atau kreasi ala sendiri juga oke. Siapa tahu, walau menu masakan sama tapi disajikan dengan bentuk lucu, eh, anak langsung lahap makan. Contohnya, nasi dibuat seperti panda yang lagi tidur terus dikasih selimut dari telur. Eh, jangan-jangan, anak malah nggak tega mau makan? Hehehe.

Baca: Cara Menyapih Anak

Sembilan, mungkin anak masih mau main, biarkan sampai dia capek, nanti pasti laper.
Kadang, aku nggak pernah menawarkan makan, lho. Biarkan anak main soalnya nanti dia ngomong sendiri. Biasanya Anak Lanang suka ngomong, “Maem, maem.” Artinya dia tengah lapar. Kalo lapar, pasti lebih mudah memasukkan makanan, kan? Dan, kondisi lapar bikin makan apapun terasa enak, maklum, aku kan chef amatir, hohoho. Seperti ke di foto ini. Biarkan anak maen, kalo perlu "maen" itu bantuin ibunya beres-beres rumah #MintaDicydukKPAI.


Sepuluh, ganti suasana baru. 
Cara lain adalah ganti tempat makan. Misalnya, biasanya makan di meja makan, coba ganti di ruang tamu, atau kamar deh sesekali boleh, asal jangan di bawah jemuran, basah, Bu! hihihi. Selain itu, kalo biasanya pake piring anak-anak, sesekali pake piring pecah belah yang biasa ibu pakai aja. Terkadang, cara ini bisa ampuh buat Anak Lanang, yes!

Sebelas, makan di luar rumah.
Ada kan ya, anak mau makan kalo sambil jalan-jalan keliling komplek, atau naik ayunan di taman komplek. Eee ... sebenarnya cara ini tidak berhasil untuk menghadapi GTM anak 2 tahun yaitu Anak Lanang. Dia malah tutup mulut banget, duh. Mungkin menilai kalau di luar itu jalan-jalan, bukan makan. Tapi, tetanggaku ada yang berhasil, lho. Jadi, keputusan ada di tangan ibu masing-masing, ya.
Dua belas, kenali cita rasa baru.
Anak-anak kadang bosan tiap hari makan masakan dari cita rasa ibu #PerihTapiHarusTegar, hallah! Jadi, sesekali ajak ke restoran ato tempat makan di luar sekaligus dapat suasana baru. Itu bisa bikin anak mau buka mulut lagi. Ya, walau dompet harus menipis karena jajan di luar, hehehe, ya kan sesekali.

Tiga belas, lagi makan dikit. 
Anak-anak itu sama dengan orang dewasa, lho. Kamu sendiri, pasti kadang makan porsi kuli, kadang entah kenapa males makan nasi maunya makan orang, eh. Gitu juga anak kali, ya. Terkadang GTM tapi setelah dibujuk-bujuk mau makan walo sedikit. Kalo cuma makan sedikit, ya sudah, selow aja dulu, deh, mungkin dia lagi pengen makan krayon aja, ups #JanganDitiru,ya,Nak.

Empat belas, lagi banyak minum.
Nyambung dikit dari poin ke-13 di atas, ya. Kadang, makannya dikit, malah lebih sering minum. Ya, nggak apa-apa, deh. Mungkin pas cuaca lagi panas jadi bawaannya mimik aja, bukan laper mulu. Asal, minumannya yang sehat, seperti air putih ato susu gitu. Jangan kebanyakan minuman teh, ato kopi, bahkan minuman keras, eh, maksudnya es batu kan keras, hihihi.

Lima belas, beda jadwal makan? Selow aja.
Namanya ibu, biasanya hafal jam-jam makan anak. Tapi, terkadang biasanya anak makan jam 12, kok hari itu dia nggak mau makan ya? Mending anggap aja anak belum lapar. Mungkin jam 13 nanti baru terasa lapar, dan ntar pasti bilang. Lagi-lagi nih, kalo lapar kan lahap banget, seperti foto di bawah ini:


Enam belas, kasih buku yang sedang makan atau video makan.
Dalam menghadapi anak GTM, emang butuh 1001 cara biar tuh mulut anak buka dan mau makan. Bisa dengan menunjukkan buku kartun yang tokohnya sedang makan, ato liat video makan biar tertarik meniru. Walo, perih ya, kalo bayangkan jadi balita, lihatnya tokoh kartun makan steak, sedangkan dia sendiri makan nasi sama kerupuk aja #PelitnyaSamaAnak.

Tujuh belas, menyuapi mainan.
Cara lain adalah kamu berpura-pura menyuapi mainan, lalu lanjut mengarahkan sendok mendekati mulut anak. Cara ini bisa jitu, lho. Jadi, anak seperti makan bersama-sama dengan mainannya, hehehe. Cuma kadang, kalo giliran minum, Anak Lanang yang ngotot ngasih minuman ke mainannya, lalu jadilah main air *sabaaar.

Delapan belas, makan bersama. 
Usahakan ada momen makan bersama. Walo kalo di keluargaku, ini jarang terjadi, hehehe. Tapi, momen makan bersama bisa bikin anak yang malas makan, terus melihat lahapnya bapak dan ibunya makan, bisa jadi, mendadak ikutan laper juga.

Sembilan belas, tawarkan makan sama selain ibu.
Anak nggak mau makan emang bikin mood seorang ibu bisa bete, ya. Mari, hempaskan rasa bete itu dengan memanggil bapaknya, hahaha. “Pak, anaknya minta makan sama bapaknya.” Lalu, selamat menikmati me time, ya. Minum kopi di teras, goler-goler di kamar, buka akun gosip, eh.

Dua puluh, bersikap pasrah. 
Jika 19 cara di atas sudah dicoba dan gagal, kalo aku sih, bersikap pasrah, hahaha. Setidaknya anak nggak lemes, nggak dehidrasi, mungkin lagi males makan aja. Asal, kamu jangan lupa makan, biar tetep waras ngurus anak yang lincah, hahaha.

Baca: Tips seputar bayi dan anak yang lain

Nah, selamat mencoba 20 cara di atas, ya. Kalo mentok, lagi-lagi, selow aja. Makanan buat anak bisa dimakan ibunya dulu, dari pada dibuang, kan, ya? *elus-elus perut. Ada yang mau menambahkan? Boleh lho share di komentar, ya.

11 comments:

  1. Hana juga pernah GTM. Ternyata dia maunya makan pakai tangan gamau pakai sendok 😂😂

    ReplyDelete
  2. Wow mba Wuri keren ada 20 cara atasin GTM, alhamdulilah waktu anak pertama sih ga ada kendala karena emang keluarga kami doyan makan mba wkwkkw jadi no problemo semoga nanti adiknya juga sama jangan sampe GTM :)

    ReplyDelete
  3. Kakak seminggu ini GTM, Mbak. Jurusku tak keluarin, masak ala2, dan dia suka. Bosen dia. Hahaha. Soal makan di luar rumah, iya, setuju banget, sesekali aku ajak Kakak ke tukang bakso. Makan di sana dan semangkuk habis. Hahaha.

    ReplyDelete
  4. alhamdulilah kedua anakku gak pernah GTM, jd aku sanagt dimudahkan

    ReplyDelete
  5. Anakku yg pwrtama dulu suka gtm. Kalo yg kedua mah gampang makannya. Sampe skrpun, si kaka msh suka susaaaah banget kalo makan. Sampe pusing sendiri emaknya mba :p. Tp aku udh msk ke tahap pasrah. Ya sudahlah, yg ptg susunya masih kuat, dan dia ttp lincah :)

    ReplyDelete
  6. Aku baru tahu apa itu GTM setelah baca. Seketika jadi teringat keponakan saat masih berusia 2 tahun. Makasih sharingnya mbak. Aku jadi tahu apa itu GTM.

    ReplyDelete
  7. Aku juga kesulitan buat bujuk anak kalau pas lagi GTM gini. Tipsnya bisa saya praktekkan kalau tiba-tiba anak saya GTM lah XD.

    ReplyDelete