Monday, September 5, 2016

Contoh Iklan Online dan Softselling

Yuhuiii... yang punya online shop atau freelancer wajib merapat di postingan ini. Kamu pasti butuh contoh menulis iklan online dan soft selling alias yang enggak kelihatan jualan, kan? Baik online shop yang menjual produk, atau freelancer yang menawarkan jasa seperti profesi penulis, dll. Asal jangan menawarkan jasa menggandakan hati, ya, nanti kalau aku tertarik bagaimana?! *siapin mantra setia. Nah, kamu tinggal tiru dan modifikasi contoh-contoh di bawah ini, terus posting di status facebook, fanpage, instagram, atau blog. Contoh berikut ini berdasarkan pengalaman pribadiku sebagai copywriter. Yang kepo apa itu profesi copywriter, bisa baca di sini.

Foto:
Contoh Iklan Online dan Softselling
Satu. Menulis tips seputar bidang yang digeluti. Misalnya, kamu jualan buku seputar keuangan. Nah, buat tulisan tentang tips di dunia keuangan saja, seperti tips mengelola uang belanja, tips mencatat keuangan bisnis, tips memilih tabungan jangka panjang, tips jadi orang pelit tapi mengaku irit, ups.
Contoh:

Tips Emak Tetap Bisa Shopping di Akhir Bulan

Akhir bulan adalah masa-masa HOROR bagi seorang Emak. Biasanya cadangan di dompet menipis dan membuat pikiran penat. Padahal, obat anti-stress paling jitu bagi Emak adalah shopping. Setuju, kan? Terus, bagaimana bisa tetap shopping tanpa mengganggu uang belanja bulanan?

1. Kirim Kalimat Bijak kepada Sahabat
Pilih kalimat bijak yang berisi kode agar sahabat mau mengajak kamu shopping. Misalnya yang seperti ini: "Saat kita baru saja menang lomba berhadiah uang tunai, alangkah lebih baik jika membagikannya sebagian kepada orang terdekat dahulu." Kirim kalimat bijak tadi jika sahabat kamu baru saja menjadi pemenang lomba. Kalaupun ternyata dia cuek saja, maka pecat dari daftar penerima warisan, eh, sahabat.

2. Gonta-ganti Tanggal Lahir
Hari gini, kamu pasti masuk lebih dari satu grup WA, kan? Nah, akhir bulan ini, kamu mengaku saja kalau ultah tanggal 30 di salah satu grup WA. Bilang aja kalau ngarep kado apa, biar anggota grup WA tadi bisa patungan. Terus, bulan depannya kamu juga mengaku akan ultah di grup WA yang lain. Asyik ya kalau bisa dapat kado ultah fiktif setiap bulannya *senyum licik.

3. Geret Suami ke Mall
Ini langkah terakhir jika langkah satu dan dua di atas ternyata gagal. Yakin, deh, kalau para suami pasti punya tabungan. Kamu bisa cek di rekeningnya, atau ubek-ubek saku celananya, atau di lipatan peci, dll. Ajak suami ke mall pakai alasan beli baju baru karena yang lama kekecilan gara-gara makan mulu. Pas mau ke kasir, pura-pura baru nyadar kalau dompet kamu ketinggalan, jadi suami terpaksa mengeluarkan dompetnya. Yaaa... paling dia cuma pasang wajah cemberut, hihihi. Enggak apa-apa, asal energi shopping sudah disalurkan, hohoho.

Buat Emak yang butuh tips praktis biar uang belanja irit tapi bisa shopping maksimal, temukan rahasianya di buku Mak Irits. Pada dasarnya, suami pasti hepi kalau istrinya bisa hemat ala Mak Irits. Asal siapin aneka topeng buat nutup wajah. Malu cyn!


Dua. Kasih edukasi ke followers soal pentingnya membeli produk atau menggunakan jasa kamu. Sebelum membuat tulisan iklan, kira-kira pakai sudut pandang apa agar pembaca merasa yakin kalau harus pakai produk/jasa kamu. Jadi, produk/jasa kamu bisa laris tanpa bantuan dukun *ditimpuk Asosiasi Dukun Penglaris. Misalnya, kamu ingin menawarkan jasa sebagai penulis iklan di media sosial atau copywriter, maka bisa menulis mengapa semua perusahaan kini wajib memiliki copywriter.
Contoh (kali ini contoh yang serius, ya):

3 Alasan Pentingnya Memiliki Copywriter

Dewasa ini, hampir semua perusahaan memiliki media sosial. Sayangnya, media sosial hanya seperti pajangan produk saja. Maka, profesi copywriter bisa membantu Anda menuliskan naskah iklan soft selling di media sosial. Setidaknya, Anda akan mendapatkan tiga manfaat dari seorang copywriter.

1. Copywriter akan menuliskan status promosi di fanpage.
Sekilas, tulisan tersebut memang biasa, tetapi mengandung unsur ajakan agar followers suka kepada produk Anda. Dengan membaca tulisan iklan tadi, followers jadi tahu kalau perusahaan Anda menjual berbagai produk. Selanjutnya, mereka akan tertarik dan membeli produknya.

2. Media sosial bisa menjadi alat branding.
Copywriter akan membuat tulisan secara berkala. Misalnya, rutin membuat dua posting dalam sehari. Maka, perlahan-lahan akan membuat followers tahu branding perusahaan Anda. Contohnya, copywriter kerap menulis soal fashion, maka follower akan menilai perusahaan Anda identik dengan dunia fashion.
3. Bisnis Anda terkesan profesional
Jika memiliki copywriter, maka tidak hanya rutin up date, tetapi juga menambah penilaian followers. Mereka akan lebih menilai produk Anda lebih terpercaya jika dilihat dari isi postingan yang rutin dan tertata. Secara tidak langsung, itu menunjukkan kalau perusahaan Anda profesional.

Jika Anda membutuhkan seorang copywriter, bisa menghubungi saya di 0808 0808 0808. Beberapa portfolio tulisan iklan saya bisa dilihat di www.saya.com Saya siap menjadi bagian perjalanan perusahaan Anda menuju ke tangga kesuksusan. 

Nih, aku kasih screenshot sekilas soal promosi. Waktu itu, aku bikin artikel di sini soal manfaat bergabung di komunitas menulis. Salah satu manfaatnya bisa dapat order menulis lalu selipkan promosi buku.
Contoh Iklan Online dan Softselling
Tiga. Kaitkan hal yang tengah booming dengan produk/jasa. Misalnya, kamu punya toko buku online dan sebentar lagi bertepatan dengan hari buku nasional. Nah, kamu bisa memanfaatkan momen tadi. Eit, contoh iklan di bawah ini tidak berlaku buat kamu yang jualan buku tabungan, buku diary, atau buku kredit.
Contoh:

3 Cara Merayakan Hari Buku Nasional

Enggak kerasa, ya, kalau sebentar lagi ketemu dengan Hari Buku Nasional. Pada tanggal 17 Mei nanti, kamu punya rencana merayakan dengan apa saja? Buat kamu yang masih bingung mau ngapain nantinya, bisa memilih salah satu kegiatan berikut ini.

1. Menulis resensi buku.
Selama seminggu sebelum dan sesudah hari buku, kamu bisa menulis review buku di blog. Postingan itu bisa jadi referensi viewers blog kamu dalam memilih buku bacaan nantinya. Asal kamu jangan meresensi buku tulis, ya. Lha isinya cuma garis-garis, terus kamu mau review dari sisi mana? *garuk-garuk rambut ketek.
2. Posting foto cover buku-buku favorit di media sosial.
Tujuannya itu secara tidak langsung mengajak followers kamu mau membaca buku. Tapi buat kamu yang tajir asli atau sosialita-hobi-pesta-terus-makan-mulu-abis-gitu-sedot-lemak, jangan pernah posting foto capture isi tabungan pribadi, bikin mata followers pedih pas melihatnya, huhuhu.

3. Sumbang buku ke perpustaan, atau taman baca, dll.
Pokoknya kasih buku gratis di tempat yang menerima buku-buku. Jadi, jangan sumbang bukunya ke tempat sampah. Kasihan nanti bukunya harus bergaul sama cabe busuk, kulit bawang, duri ikan, hiks. Nah, kamu bisa memilah buku milik pribadi yang masih layak untuk disumbangkan. Tapi, bisa juga membeli buku baru yang bergizi dan khusus untuk disumbangkan.

Kalau kamu bingung mau membeli buku bergizi, bisa intip Toko Nabihah, tuh. Ada Ada pilihan beli cash atau kredit dengan sistem arisan. Sayangnya, sekian lama aku ubek-ubek blognya kok tidak menemukan pilihan beli gratis *minta dipentung.

Kalau kamu rencananya akan melakukan apa di Hari Buku Nasional?


Empat. Buat cerita mengenai aktivitas kamu hari ini terus selipkan nama produk/jasanya. Pembaca bisa jadi tidak sadar kalau itu tulisan promosi. Tapi setidaknya mereka sudah tahu soal produk/jasanya. Untuk bentuk artikel yang seperti ini memang lebih ke brand awareness, tapi tidak menutup kemungkinan juga membuat pembaca tertarik dan menjadi konsumen nantinya.
Contoh: (misalnya buat pebisnis yang menjual produk parfum)

Malam Minggu Gagal tapi Berkesan

Malam minggu kemarin, aku sudah janjian mengajak gebetan dinner romantis. Seperti biasa, aku pakai baju casual, semprotin sedikit parfum WANGI, dan menyiapkan motor-bebek-dari-zaman-Ken-Arok. Setelah dapat izin orangtuanya dan harus pulang sebelum jam 9 malam, atau aku bakal bermalam di kandang sapinya yang mau disembelih. Mooo...

Motor kesayanganku pun melaju ke restoran yang tengah hits. Bahkan demi punya recehan buat reservasi di resto itu, aku rela ikut lomba panjat pinang pas agustusan lalu. Incaranku adalah hadiah HP. Begitu berhasil, langsung deh menjual ponselnya dan berubah, cling! jadi duit beneran. Tapi, baru satu kilo berjalan, motor-yang-seharusnya-masuk-museum ini mendadak ngambek!

Jangan panggil aku lelaki jantan jika tak bisa memperbaiki motor. Setelah mengeluarkan jurus lempar busi ke tujuh mata angin dan motornya masih mogok, oh rasanya ingin meminjam jas Harry Potter biar tiba-tiba bisa hilang. Aku maluuu...

Beruntung punya gebetan yang pengertian dan mau diajak susah, eh. Di dekat situ ada abang bakso yang lagi mangkal. Walau agak timpang, ya. Niat awal dinner romantis di resto agak mahal. Eh, kenyataannya malah ngebaks berdua di pinggir jalan. Baek banget ya gebetanku ini. Yaaa.... walau dia pesannnya 3 mangkok!!! Iya 3 mangkok dihabiskan sendiri. Cleguk.

Pas dia makan mangkok ketiga, tiba-tiba, croooot! Huaaa... dia salah mencet saos plastiknya, jadi muncrat ke kaosku, duh. Berkali-kali dia minta maaf dan membersihkan kaosku pelan-pelan. Aku sempat takut bau saosnya malah menyeruak di bajuku. Untung parfum WANGI tetap segar baunya. Walau kaos berubah warna jadi merah-merah, tapi baunya tetap segar.


Yap, kurang lebih sih seperti itu. Kamu bisa menulis iklan dengan empat cara di atas. Tinggal sesuaikan dengan produk/jasa kamu. Sebenarnya masih ada tips yang lain juga, sih. Kapan-kapan ya aku posting, deh. Kalau contoh tulisan lain yang pernah aku posting itu di sini

Contoh Iklan Online dan Softselling
Oh ya, kekuatan iklan online tidak hanya berupa tulisan, ada baiknya upload juga foto/grafis/gambar/dll yang berkaitan dengan isi naskah. Misalnya, kamu jualan mainan bayi, ya upload foto produknya, jangan bayinya aja! eh. Selain itu, makin sering latihan menulis iklan, maka kualitas tulisannya makin meningkat. Ibaratnya, berkali-kali menyatakan cinta tapi ditolak, pada akhirnya dia mau juga #Apaseh?!

Ada yang ingin tanya apa soal menulis iklan di media sosial? Silahkan tulis komentar di bawah. Kapan-kapan aku jawab lewat postingan di blog ini. Kebetulan aku lagi baek ajah, kalau galak bisa banting-banting laptop #SokHorangKayaTapiHabisGituNangisMenyesal, huhuhu…

28 comments:

  1. hihihi ada akuh, ada akuh...mesti belajar banyak nih tentang copy writing dan blog inilah tempat yang tepaat :D #ngerayu sek

    ReplyDelete
  2. Wah makasih nih tipsnya mbak wuri 😊

    ReplyDelete
  3. Thankyuuu mba wuri infonya, jdi tau tipsnya biar smooth promosi, soalnya takut nerima jobreview kawatir readernya kaburrrr klo ga soft nyampeinnya... Thanks dan salam kenal y mbaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, sama-sama, salam kenal juga

      Delete
  4. Asikkk, tips nya mau kucobain, makasih ya maaak 😘😘😘

    ReplyDelete
  5. mbak kalau iklan untuk produk pertanian yang sasarannya petani gimana mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa bikin tips seputar dunia pertanian saja. nanti selipkan infomrasi produknya. contoh nomer 1. gaya bahasanya disesuaikan dengan target sasaran, ya

      Delete
  6. ilmu banget ini, harus dipraktekin :D
    makasih mba Wuri, soft selling susah2 gampang

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah akhirnya dibikin tulisan, kopdar kemaren ga nyimak dgn baik... Makasih tipsnya mama arkan

    ReplyDelete
  8. beberapa kali liat produk yang dipromosikan kaya gini mba wuri, sebut salah satunya VITA*UMI*..dan mmg benar banyak yg respon. baru tau nama metode nya softselling..
    makasih mba ilmunya :)

    ReplyDelete
  9. niceeeee inpoohhh for me...tengkiyu mb... :)

    ReplyDelete
  10. Waaah ini yang kemarin sharing waktu kopdar di mekedi itu ya, aku telat. Aihhhh seneng akhirnya baca sharing mak reporter keceeeh ^_^

    ReplyDelete
  11. Makasih tipsnyaa mbaaaa. Aku suka gagal kalau merangkai kata beginian hihihi

    ReplyDelete
  12. tipsnya banyak banget....
    aku bombardir timeline dengan foto lelarian... kira kira cocok gak ya, soalnya masih ada yang ngira tukang komputer. hehe

    ReplyDelete
  13. Entah kenapa sampai sekarang aku masih susah buat soft selling. Nggak tahu. Mungkin udah terbiasa dgn jiwa penyiar yang mostly harus hard selling pas baca adlib, jadinya suka "over selling" kalo pas lagi nulis sesuatu yang berbau iklan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp, hard selling juga masih berefek kok

      Delete