Thursday, December 9, 2021

IRT dengan Kemandirian Ekonomi untuk Mewujudkan Kedaulatan Digital

Ketika bersantai sambil membaca informasi di internet, jemari saya berhenti pada salah satu berita. Saya cukup tercengang sekaligus senang membacanya. Saya kaget dengan jumlah transaksi belanja online yang cukup fantastis, tapi sebaliknya juga senang karena artinya perekonomian mulai membaik. Kurang lebih data yang saya baca di berita tersebut seperti ini:

Berita baik ini bisa dimanfaatkan oleh kalangan ibu rumah tangga (IRT), seperti saya. Kalau dipikir-pikir, dari pada scroll akun perlambean biar up date seputar gosip, atau nyetatus nyinyirin Si A Si B dst, ya mending pakai internet untuk jualan. Bisa pakai aplikasi chatting atau media sosial buat bisnis online. Ini merupakan aktivitas tanpa batas karena di rumah saja, tetap bisa mengisi waktu lebih produktif dan menghasilkan pastinya.

Sebenarnya, sudah banyak teman-teman saya yang menjadi IRT sekaligus berjualan, baik offline atau online. Tapi tentu saja pasti ada juga IRT lain yang pengen berbisnis online, tapi bingung, "Gimana sih mulai jualan online?"



Baiklah, ini dia:

PANDUAN MUDAH DAN SEDERHANA MEMULAI BISNIS ONLINE:

#1 "Saya bingung mau jualan apa?"

Hal pertama yang harus diputuskan adalah, mau jualan produk atau jasa apa?
Bisa pilih jualan produk yang sudah ada mereknya karena sudah ada target marketnya, tapi tantangannya adalah banyak juga yang sudah menjualnya. Sebaliknya, pengen jualan produk yang penjualnya masih sedikit tapi biasanya target marketnya belum terbentuk juga.
Biasanya sih, pengen yang mudah jualannya. Ya, kan?

Nah, biar mudah maka pilih produk atau jasa seperti ini:

- Pilih produk yang dipakai
Kenapa mudah jualannya? karena ketika sudah pakai, maka sudah merasakan manfaatnya, jadi ya ceritakan saja berdasarkan pengalaman.
Misalnya, setiap hari pakai Skincare Merek Ini, terus merasa lebih glowing, ya jualan produk itu saja. Calon pembeli akan lebih percaya karena melihat sendiri wajah penjual yang terlihat glowing, jadi semakin mendorongnya untuk membeli.

- Pilih produk yang lagi banyak dicari
Coba lebarkan telinga, riset, atau cek rak best seller di marketplace. Dari situ, bisa ketahuan produk mana yang lagi booming.
Misalnya, lagi booming mainan pop-it, maka coba jualan produk tersebut, karena lagi disukai oleh kalangan anak-anak hingga dewasa. Jadi rentang target marketnya juga luas.

- Pilih produk atau jualan jasa dari hobi
Nggak harus jualan produk kok, tapi bisa juga "jualan" jasa dari hobi.
Misalnya, yang suka menulis maka bisa menawarkan jasa penulisan biografi, atau blogger, atau editor, dan masih banyak lagi. Misalnya lagi, ada yang suka menggambar, maka bisa jualan jasa desain, seperti membuat desain logo toko online, desain cover buku di penerbitan, dan lainnya.

- Mengikuti teman
Bisa melihat peluang di sekitar.
Misalnya, ada teman yang jadi reseller produk tertentu, dan melihat kalau jualannya cukup laris, jadi ingin seperti teman tersebut juga. Maka coba pilih menjadi marketer teman, terus bisa sekalian belajar jualan dari teman.

#2 Catat semua kemungkinan mau jualan apa?

Contoh:
- Saya pakai Skincare Merek Ini
- Saya pakai alat masak dari Merek Ini
- Saya suka menggambar
- Saya ingin seperti teman yang jualan mainan anak edukatif
- Saya biasanya pakai gamis dari Merek Ini
Dst

#3 Kira-kira mana yang bisa cepat dimulai?

Contoh:
- Bisa membuka jasa desain karena tanpa nyetok barang, atau
- Bisa jualan skincare karena sudah menjadi kebutuhan sehari-hari

Oke, anggap saja keputusannya adalah:
Jualan skincare ya.

"Tapi, kalau jualan semuanya alias palugada (apa yang lu mau, gua ada) itu gimana?"
Enggak apa-apa sih, boleh dicoba jualan dulu semua produk atau jasa yang memungkinkan. Tapi biasanya lama-lama akan mengerucut dan tahu mau fokus jualan apa.

#4 Catat 10 kelebihan

Sudah tahu kan mau jualan apa?
Selanjutnya adalah, bagaimana memulai jualan?
Biar memudahkan, maka jualan yang sesuai dengan karakter diri sendiri. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah catat 10 kelebihan yang dimiliki. Iya, minimal 10 hal ya. Jangan merasa nggak punya kelebihan, karena setiap orang pasti punya. Jika bingung menjawabnya, bisa bertanya ke orang yang terdekat.

Contoh 10 kelebihan:
1. Suka menggambar
2. Biasa bekerja dengan dateline (DL) dan patuh sama DL
3. Suka menyendiri
4. Teliti termasuk bisa menggambar detail
5. Suka mencoba skincare
6. Telaten merawat wajah
7. Tidak suka berkonflik dan memilih mengalah
8. Tidak mudah bosan melakukan sesuatu
9. Selalu membuat rencana, termasuk sebelum menggambar
10. Lebih suka di balik layar

#5 Catat juga 10 kelemahan

Selain mengenal kelebihan diri sendiri, juga harus mencatat kelemahan. Kenapa harus dicatat? Biar tidak lupa, biar lebih jelas, biar tahu ke depannya harus melakukan apa saja.

Contoh 10 kelemahan diri sendiri:
1. Masih sering tergantung mood
2. Nggak pede kalau foto wajah yang pakai skincare
3. Suka takut hasil gambarnya jelek di mata orang lain
4. Nggak yakin bisa jualan karena sebelumnya nggak pernah
5. Susah ngomong di depan orang lain atau kamera 
6. Tidak berani menghadapi risiko
7. Sering pesimis
8. Nggak punya teman yang banyak
9. Suka curiga, misal ada yang bilang gambarnya bagus tapi curiga cuma buat menyenangkan hati saya saja
10. Deg degan setiap mau promosi atau prospek orang lain

#6 Membuat rencana menonjolkan kelebihan

Sudah tahu kan kelebihannya apa? Maka gunakan kelebihan tersebut sebagai cara berjualan.
Contoh: mau jualan skincare dan suka menggambar, maka bisa membuat desain atau grafis yang menarik tentang pentingnya pakai skincare. Tentu akan lebih mudah ketika promosi, karena cukup memaksimalkan kemampuan diri sendiri saja.

#7 Membuat rencana mengatasi kekurangan

Sudah tahu kan apa saja kelemahan yang dimiliki diri sendiri? Maka harus temukan semua solusinya.
Contoh: kelemahannya adalah tergantung mood, jadi kalau mood ya promosi, sementara kalau nggak mood ya libur jualan. Jangan dong! Tapi cari solusinya => membuat jadwal promosi, jadi mood atau nggak mood harus tetap promosi.

#8 Menentukan provider internet

Yang namanya berbisnis online juga harus pakai internet. Memilih provider internet juga harus tepat biar melancarkan bisnisnya. Pokoknya jangan sampai asal-asalan. Nanti, sudah pasang internet, eh malah sering bermasalah sehingga mau promosi susah, atau slow respon sehingga calon pembeli kabur, dan hal yang tidak diinginkan lainnya.


Kalau menurut saya sih setidaknya,

ADA 3 HAL PENTING DALAM MEMILIH PROVIDER INTERNET:

#1 Pilih yang bisa wifi di rumah, dari pada membeli paket data di ponsel

Kalau saya sih, lebih suka memasang wifi di rumah. Jadi, selain untuk berbisnis, bisa juga sekalian anak sekolah daring, dan lainnya. Beli data di ponsel penting, tapi hanya untuk ketika ke luar rumah saja.

#2 Stabil

Ini juga penting. Misalnya, meski berbisnis di rumah ya tetap dikelola secara profesional biar bisnisnya berkembang. Caranya, dengan terus belajar. Apalagi belajar di masa kini sangat bisa meski dari rumah saja. Bisa belajar bisnis lewat youtube. Jadi butuh koneksi yang stabil juga.

#3 Terjangkau

Ini yang nggak kalah pentingnya ya. Tetap pilih internet yang harganya terjangkau. Kalau saya, lebih baik memilih yang paket bulanan saja.

Sebenarnya, memilih paket internet yang bulanan itu jatuhnya lebih murah kok. Jadi jelas perhitungan di dalam bisnisnya. Pastikan pembayaran langganan internet dari kas bisnis ya.

Nah, sudah tahu 3 hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih provider internet kan? Selanjutnya harus mencari informasi. Setelah saya gooling di internet, lalu menemukan beberapa kelebihan IndiHome dengan internet cepat lewat artikel.

Inti artikel tersebut adalah:

“Berikut kelebihan dari layanan internet IndiHome:
- Akses internet cepat dan sangat stabil.
- Internet unlimited tanpa ada batasan kuota.
- Jaringan wireless sehingga jarang sekali putus nyambung koneksinya
- Pelayanan customer service yang baik
- Modemnya bisa digunakan untuk membuat jaringan hotspot WiFi, dan bisa aktif menyala selama lebih dari 24 jam nonstop!”
Sumber: https://teksnologi.com/kelebihan-dan-kekurangan-internet-telkom-indihome

Beneran terjangkau?

Mari membuat perhitungan agar lebih jelas ya.

Berdasarkan informasi hari ini (Kamis, 2 Desember 2021) di website IndiHome maka bisa pilih paket termurah saja dahulu, yaitu:
Paket 20 Mbps Rp275.000,- per bulannya.
Biaya internet biasanya masuk ke biaya operasional, totalnya maksimal 10% (untuk biaya internet, listrik, ATK, dll).

Lalu berapa target omset per bulan agar "masuk" dengan kebutuhan internet?
Jika punya target omset 3 juta per bulan, maka nggak sampai 10%-nya untuk biaya internet.

Perhitungan bisa punya omset 3 juta per bulan:
Jika harga skincare rata-rata 100 ribu
Maka: 3 juta dibagi 25 hari kerja = 120 ribu.
Artinya, setiap hari cukup menjual minimal 1-2 pcs skincare saja, agar pemasukan bisa 100-200 ribu per harinya.

Kalau ada perhitungan seperti ini akan lebih jelas, dan tahu target setiap hari, sehingga tanpa terasa bisa mencapai target di akhir bulan. Lebih terjangkau, bukan?

Apalagi ketika saya menemukan berita positif seperti ini:

"IndiHome optimis, dengan pemerataan akses internet dari Sabang sampai Merauke yang telah dihadirkan, sangat berdampak dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat dan terwujudnya kedaulatan digital di Indonesia."

“Sejumlah inovasi  program IndiHome hadir membantu meringankan beban masyarakat Indonesia yang terkena dampak pandemi COVID-19 di seluruh Telkom Regional”

Sumber:
https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-5767265/dukung-kedaulatan-digital-ini-sederet-inovasi--improvisasi-indihome/amp

Secara tidak langsung, IndiHome sangat mendukung siapa saja, termasuk dari kalangan IRT, yang bisa memaksimalkan kreativitas meski dari rumah saja, dengan dukungan internet, seperti IndiHome. Bahkan, ada program IndiHome Charity yang bisa mendukung pertumbuham ekonomi masyarakat.

Ketika banyak IRT yang memaksimalkan internet untuk hal yang positif, salah satunya dengan berbisnis, maka bisa mendorong kebebasan ekonomi, sekaligus mendukung cita-cita IndiHome agar bisa mewujudkan kedaulatan digital.



Sekarang, sudah ada fasilitas, seperti koneksi internet dari IndiHome internetnya Indonesia, yang membuat siapa saja bisa produktif meski dari rumah saja. Selanjutnya, tergantung masing-masing, apakah ingin memaksimalkan internet untuk hal yang positif dan hal yang produktif, atau melewatkan peluang itu begitu saja? Rasanya, harus dimanfaatkan agar terwujud kedaulatan digital.




Beberapa buku karya saya (ada yang bersama teman) yang saya kerjakan di dalam rumah saja, sekaligus bisa mendapatkan penghasilan.


8 comments:

  1. bisnis online kayak gini memang sedang maraak-maraknya dan termasuk yang mudah dipraktekkan walau agak rumit manajemennya, hehe.

    ReplyDelete
  2. aih mantaab nih tips2nya, bisa langsung dicontek deh.. izin simoan yaa..

    ReplyDelete
  3. Wuiih hitung-hitungannya detail banget Wuri. Bisa dicontoh nih cara pemikirannya. Terutama untuk yang mencatat kelebihan tadi loh agar bisa segera dieksekusi mana yang kira-kira support diri kita.

    ReplyDelete
  4. Makasih contoh perhitungannya Wuri, membantu daku merumuskan detail pengeluaran Ruang aksara, salah satu kunci sukses dagang online selain produk berkualitas, promosi, tentu saja jaringan internet yang kencang yaa

    ReplyDelete
  5. Tulisannya aku share ke temen yang masih galau mau produktif di rumah tapi nggak tahu mesti ngapain aah.

    Aku juga lebih memilih pakai wifi daripada kuota.. lebih ngirit dan stabil. Btw aku pelanggan Indihome sejak masih Speedy lo.

    ReplyDelete
  6. Aku sih milih pasang wifi karena kebutuhan besar dan jauh lebih irit

    ReplyDelete
  7. Ilustrasi berhitungnya nyenengke.
    Trus rasanya terjangkau banget buat diwujudkan.

    Nyontek tipsnya, dan mulai cari tau kelebihan dan kelemahan diri sendiri ah. cuzzzzz.

    ReplyDelete
  8. Nah ini nih yang aku butuhkan, pengen usaha tapi bingung mau usaha apa. Disimpan deh mau baca lagi pelan-pelan, sambil bikin catatan. Makasih banget ya Wuri, udah ngasih tips lengkap

    ReplyDelete