Wednesday, June 16, 2021

Belajar Copywriting untuk Pemulis: Harus Kenali Karakternya

Sebelumnya, bisa ceki-ceki tips copywriting yang lainnya.
KLIK DI SINI aja ya 
Nah, kepo kan karakternya apa aja?
Cuz ah...

Satu, dalam 1 paragraf biasanya pendek.
Mungkin sekitar 1 sampai 4 kalimat saja.
Kenapa?
Karena pembaca suka yang singkat dan padat isinya.

Contoh:
Banyak yang belum tahu kalau buku biografi bisa menjadi salah satu alat promosi. Baik bagi Anda yang bisnisnya menjual produk maupun kalangan profesional yang menawarkan jasa.

Lalu, bagaimana buku biografi bisa menjadi alat promosi?
Berikut ini ada tiga cara promosi dari buku biografi.

Satu, buku biografi masih menjadi salah satu buku yang banyak dicari pembaca.

Hal ini karena buku biografi umumnya memberikan inspirasi atau motivasi bagi pembaca. Anda bisa menuliskan proses “jatuh-bangun” dalam menawarkan produk atau jasa, hingga bisa mencapai titik seperti sekarang.

=> Dalam 1 paragraf pendek-pendek, kan?


Dua, dalam 1 paragraf hanya ada 1 ide tulisan.
Pastikan, jika dalam 1 paragraf itu hanya ada 1 ide tulisan, karena kalau lebih dari 1 itu pasti membuat pembaca bingung. Bayangkan kalau kita harus menerima lebih dari 1 pesan inti setelah membaca 1 paragram saja. pusing, kan?

Coba lihat contoh di atas lagi. Di setiap paragrap pasti hanya ada 1 ide tulisan yaitu pesan inti yang ingin disampaikan.


Tiga, to the point.
Gaya bahasa copywriting itu to the point, alias nggak pakai “kata berbunga” kayak menulis novel, bahkan kayak kita lagi mengobrol, lho.
Jadi, ketika membuat copywriting, kita bisa juga sambil ngomong biar gaya bahasaya mengalir dan lebih mudah dipahami.


Empat, sesuaikan keinginan target market.
Pastikan jika isi copywriting memang sesuai dengan “dunia” target market.

Misalnya, target market Anda adalah remaja, maka pilih gaya bahasanya anak muda, seperti pakai kata “kepo” dll. Tema tulisannya juga seputar remaja, seperti tips belajar efektif, tips menghadapi teman yang suka mengganggu, dll.


Nah, jadi, copywriting itu bagian dari marketing. Tentu saja, tujuannya adalah agar terjadi closing.
Tapi, dari copywriting itu bisa mengalami tahapan ini:
Membuat pembaca tahu produk atau jasa yang Anda jual == lalu ==> penasaran dengan produk atau jasanya == lalu ==> tanya-tanya ke tim CS == lalu ==> closing, deh.

Silahkan kalau ada yang mau ditanyakan. Saya jawab di postingan berikutnya #Modus cari ide postingan hihihi.



9 comments:

  1. wah sangat bermanfaat, terimakasih ilmunya ya kak :D

    ReplyDelete
  2. Membuat kalimat efektif, pendek tepat sasaran ini yang aku masih harus banyak belajar Mbak. Kapan2 dong bikin zoominar ma Wuri bareng gandjelrel nih soal copywriting

    ReplyDelete
  3. paragraf pendek. to the point. 1 pikiran per paragraf. komunikatif sesuai dunia target <-- izin simpan yaa.. maturnuwuuun..

    ReplyDelete
  4. Kayaknya harus belajar lebih dalam nih tentang copywriting. Udah baca artikel di blog ini tapi masih ada yang belum paham.. Yuuh kapan buka kelas mbak?

    ReplyDelete
  5. Kalau misal kalimatnya menggunakan kata-kata enggak baku gitu bisa ya Wuri, kayak bahasa slank gitu jika targetnya adalah kaum muda

    ReplyDelete
  6. Kebanyakan orang Indonesia kalo nulis panjaaang banget dan berbunga2 bahkan kadang nulis skripsi pun kebanuakan bunganya hahaha...makanya suka kesel kalo ada mahasiswaku yg kek gitu. Catet ah jd kalo copy writing tu lebih ke bahasa singkat dan tonthe point ya mbak

    ReplyDelete
  7. Nambah ilmu lagiii, iya ya copywriting itu simpel bahasanya dan nggak bikin kening pembaca jadi berkerut karena susah mencernanya...

    ReplyDelete
  8. Tantangan banget dah menulis singkat dan padat. Terutama agar pembaca tulisan kita betah dan tetap have fun membaca sampai kata terakhir.

    Bakal buru-buru balik ke sini lagi dah buat nyimak kelas copy writing lainnya.

    ReplyDelete
  9. Yup betul, jangan pakai bahasa novel yang berbunga. Setuju banget nih. Copywriting itu harus singkat padat dan jelas hehehe.

    ReplyDelete