Berbagi Meski dari Rumah Saja

Jujur, aku lagi blank mau nulis apa. Sebenarnya ada beberapa ide nulis, tapi benar-benar lagi lelah, habis nulis buat pekerjaan copywriting, wkwkwkw. Jadi, aku pengen tinggal posting aja, setelah ubek-ubek file maka mau posting tulisan sharing-ku di grup Liqo ibu-ibu komplek tahun 2019 lalu.

Buat ibu-ibu yang baca ini, bisa juga ceki tips buat ibu lainnya DI SINI ya.

Hari ini saya memilih tema BERBAGI MESKI DARI RUMAH SAJA

Mungkin temanya umum, ya, tidak mengerucut soal ibadah banget seperti tema teman-teman yang lain sebelumnya, karena ada yang memang saya lakukan sehari-hari jadi lebih mudah ketika membuat sharing ini. Berhubung ini pengalaman pertama saya, jadi mohon maaf jika ada yang salah dan silahkan langsung dikoreksi saja.

Seperti kita ketahui, Islam sangat memuliakan perempuan. Bahkan perempuan yang memilih di rumah itu tetap bisa mendapatkan pahala yang besar. Seperti yang tertuang di Surat Al Ahzab (surat ke 33) di ayat ke 33, yang artinya:

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

Jadi, perempuan yang di rumah tetap bisa dapat pahala dengan sholat, usahakan sholat tepat waktu dan bisa menunaikan sholat sunnah. Selain itu, juga bisa membaca Al Quran, hingga mendidik anak. Meski begitu, boleh kok ada perempuan lain yang memilih bekerja di luar rumah.

Nah, ibu-ibu di liqo ini kan mayoritas memilih tidak bekerja di luar rumah. Termasuk saya. Selain beribadah, mencari pahala bisa dari hal lain, seperti berbuat baik hingga berbagi meski dari dalam rumah saja.

Perlu diketahui, kalau berbagi itu nggak hanya kasih materi, tapi juga bisa non-materi, seperti tersenyum, atau berbagi waktu untuk mengajar anak-anak lain di dalam rumah, juga bisa berbagi ilmu.

Saya mau fokus cerita bagaimana berbagi ilmu meski dari dalam rumah. Solusinya adalah gunakan teknologi. Sekarang kan semua orang pasti punya FB, WA, instagram, dan media sosial yang lainnya. Jadi, ilmu kita bisa dibagikan lewat internet lalu dipelajari oleh banyak orang di luar sana, meski kita tidak mengenal mereka sama sekali.

Kalau saya sendiri, sebelum masak suka cari resep dulu di google. Itu karena banyak ibu-ibu di luar sana, yang tidak saya kenal, mau berbagi resep mereka.
Saya juga sering baca artikel parenting dari blog ibu-ibu yang berbagi pengalaman mereka ketika menghadapi sikap anak yang gini, gitu, dan lainnya.

Seperti hadist riwayat Muslim:
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Maka, tulisan mereka sebenarnya sudah membantu saya jadi tahu harus berbuat apa.

Jadi kalau menurut saya, berbagilah dari hal apapun di internet. Apalagi sekarang banyak konten negatif di internet. Ngeri, sih, ya. Jadi usahakan perbanyak konten positif di internet. Bahkan bisa dari kita sendiri. Cukup gunakan hal apa yang kita sukai?

Contoh pertama,

Saya suka MENULIS, maka cara berbagi ilmu versi saya adalah menulis di blog pribadi. Ada juga yang berbagi dengan sering nulis di status FB atau bikin caption di IG atau di status WA.
Berbagi ilmu juga nggak harus menunggu level profesor, atau punya pengalaman puluhan tahun dulu baru boleh berbagi ilmu. Tapi berbagi ilmu bisa dari hal yang terlihat sederhana dan ternyata itu bermanfaat bagi orang lain.

Misalnya:

Ibu-ibu bisa menulis resep sehari-hari buat anak => nah resep ini ditunggu oleh ibu-ibu lain yang nggak tahu mau masak apalagi?

Ibu-ibu juga bisa menulis aktivitas sehari-hari saja ketika bermain bersama anak => nah, informasi ini juga dicari banyak ibu rumah tangga di luar sana

Ibu-ibu bisa menulis isi kajian => jadi bisa dipelajari oleh muslimah lainnya juga

Kelihatannya hal receh ya, tapi semuanya ilmu itu dibutuhkan oleh ibu-ibu masa kini yang memang suka googling setiap cari informasi

Contoh kedua,
Mungkin ada yang suka MENGGAMBAR
Bisa juga berbagi ilmu lewat membuat video seputar tips menggambar lalu unggah di youtube. Bikin videonya kan bisa di rumah saja.
Bisa juga membuat desain yang menarik bagi anak, terus ada huruf hijaiyah, jadi anak hepi saat mengaji
Ada teman yang bisa menggambar yang menarik buat anak, terus dia memasang gambarnya di blog, dan ibu-ibu tinggal print gambar tersebut di rumah masing-masing, gambarnya buat bermain yang edukatif bersama anak-anak mereka

Contoh ketiga,
Mungkin ada yang suka FOTOGRAFI atau MOTRET-MOTRET
Bisa juga berbagi ilmu lewat membuat video seputar tips fotografi lalu unggah di youtube. Bikin videonya kan bisa di rumah saja.
Bisa juga foto pemandangan alam tapi penjelasannya mengajak kita mengagumi karya Allah
Bisa juga foto masjid, terus dikasih quote motivasi islami, kayak gini lumayan banyak dan boleh dipakai siapa saja, ada yang dipajang di rumah, ada yang diunggah di status WA, di status FB

Silahkan berbagi dari hal sederhana, bahkan hanya dari dalam rumah bisa dinikmati oleh banyak orang karena teknologi internet.

Yang penting kan berbagi hal positif dan niatnya mungkin informasi atau ilmu tadi dibutuhkan oleh orang lain di luar sana yang tidak kita kenal. Sekaligus bisa menambah konten positif di internet, karena konten negatifnya juga nggak kalah banyak.

Soal nanti dapat penghasilan dari berbagi tadi, misalnya, saya suka nulis di blog meski isinya berbagi ilmu menulis yang sedikit, tiba-tiba ada perusahaan yang kontak untuk kerja sama, jadi bisa dapat penghasilan. Ya anggap saja itu bonus, hehehe.

Demikian sharing saya hari ini. Mohon maaf kalau isinya receh, hehehe.
Dan, semoga bermanfaat.



Comments