Saturday, May 18, 2019

Oleh-oleh Kekinian Semarang yaitu Keripik Lunpia Cik Me Me

Pasti sudah pada tahu dengan salah satu makanan khas dari Kota Semarang, yaitu lunpia, kan? Iyes, yang bentuknya panjang itu, dengan bahan utama biasanya rebung dan digoreng. Tahu nggak, sekarang sudah ada lunpia Semarang tapi bentuknya kerpik yang tipis-tipis gitu. Penasaran, kan, gimana sih menikmati lunpia dalam bentuk keripik yang jadi oleh-oleh kekinian dari Semarang?


Aku mau cerita kalau Hari Kamis, 2 Mei 2019, yang lalu datang ke toko Lunpia Cik Me Me bersama teman-teman blogger Semarang lainnya. Ada juga influlancer dan stakeholders dari Lunpia Cik Me Me. Ternyata, sekitar sebulan yang lalu sudah mengadakan launching produk baru hasil inovasi, yaitu Keripik Lunpia Cik Me Me.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Me Me, berbagi pengalaman bagaimana menemukan inovasi dalam berbisnis. Ide awal tercetus ketika melihat para konsumen lunpia itu biasanya harus membuka mulut lebar-lebar untuk menikmati kuliner yang mengandung sayuran rebung tersebut. Selain itu, lunpia memang tidak bisa tahan lama, untuk lunpia basah tahan sekitar 8 jam, lunpia goreng tahan hingga 24 jam, dan lunpia goreng jika masuk freezer bisa tahan sampai seminggu. Maka, dari situlah Cik Me Me ingin menyediakan inovasi lunpia yang makannya lebih mudah (tanpa harus membuka mulut lebar-lebar) dan tahan lama.  Apalagi, saat ini juga tengah hits aneka keripik sebagai oleh-oleh kekinian, sehingga tercetuslah membuat lunpia yang disajikan dalam bentuk keripik agar lebih praktis.

Ide sudah ada, selanjutnya adalah melakukan eksekusi. Lagi-lagi, tidak mudah ternyata menemukan formula tepat dengan mengubah lunpia, yang sudah ada dari tahun 1870-an itu berbentuk lonjong dan padat, menjadi keripik yang tipis. Apalagi, Beliau masih memegang teguh prinsip kalau semua produk dari Lunpia Cik Me Me itu harus tetap tanpa bahan pengawet, tanpa perasa, hingga tanpa pewarna. Jadi, tetap mengedepankan cita rasa dan berkualitas. Bahkan, Cik Me Me mengaku sempat putus asa dan rasanya tidak ingin melanjutkan eksekusi inovasi ini. Akhirnya, setelah melalui masa 1 tahun 2 bulan, berhasil menemukan juga formula yang tepat hingga Keripik Lunpia Cik Me Me sekarang sudah bisa dinikmati oleh siapa saja. Tentu saja, keunggulannya terletak pada lebih tahan lama, hingga lebih praktis untuk menjadi oleh-oleh.

Nah, cerita Cik Me Me di atas itu bisa jadi inspirasi, ya. Jika dalam hal apapun, termasuk di dunia bisnis, memang harus menciptakan inovasi sehingga bisa memanjakan konsumen. Meski begitu, dalam menemukan inovasi memang membutuhkan waktu dan tidak boleh cepat menyerah. Buktinya, Cik Me Me sampai harus melakui hampir 1,5 tahun untuk mengubah bentuk lunpia menjadi keripik, dengan cita rasa yang sama.

Dan, yang lebih membuat aku tenang mengonsumsi Keripik Lunpia Cik Me Me ini adalah, sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Bahkan, Lunpia Cik Me Me adalah pelopor lunpia yang bersertifikat halal MUI. Jadi, nggak perlu galau lagi karena dijamin kehalalannya dari hulu ke hilir. 

Kalau menurutku, Keripik Lunpia Cik Me Me ini gurih dengan cita rasa lunpia yang masih kental juga. Bahkan Anak Lanang, si batitaku, aja suka dengan keripiknya dan sampai lama nggak mau berhenti mengunyah, hehehe, karena memang renyah juga. Terkadang, aku pernah menggunakan keripik sebagai kerupuk ketika makan. Rasa keripik yang ditawarkan ada 2, yaitu original dan yang pedas. Kalau yang pedasnya cukup kok, nggak terlalu horor dan nggak terlalu kurang cabenya, jadi pas lah. Terus, bisa dinikmati oleh hampir semua umur, dan bisa dimakan sebagai camilan atau bahkan dicampur dengan makanan utama juga enak.

Ngomong-ngomong soal produk Lunpia Cik Me Me, memang dari awal sudah menunjukkan keunikannya. Antara lain, memiliki banyak varian seperti original, kakap, kepiting, raja nusantara. Bisa juga membaca reviewku sebelumnya mengenai produk lunpia-nya dan fasilitas makan di tokonya yang komplit.

Baca juga: Lunpia Cik Me Me: Lunpia Semarang Halal MUI

Buat yang mau pesan Lunpia Cik Me Me atau keripiknya, bisa datang ke gerai pusatnya di jalan Gajahmada yang buka sejak jam 5 pagi sampai dengan jam 10 malam. Bisa juga pesan lunpia melalui aplikasi go food atau grab food, sementara untuk keripik juga bisa dipesan di marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Nah, jangan sampai ketinggalan menikmati oleh-oleh kekinian dari Semarang, yaitu Keripik Lunpia Cik Me Me.
Lunpia Cik Me Me 
Gerai pusat: jalan Gajahmada No.107, Semarang.
New Ahmad Yani International Airport lantai 1 (public hall) New Ahmad Yani International Airport lantai 1 (Gerai My Indonesia)
Pemesanan pengiriman ke seluruh Indonesia silahkan hubungi: 085100000727
Fanpage: https://web.facebook.com/LunpiaDelight/
IG: https://www.instagram.com/lunpiacikmeme/
Website: http://lunpiacikmeme.com

9 comments:

  1. Yg versi originalnya blm nyoba eeh udh ada versi keripiknya. Salut sama Cik Me Me, inovasinya gak maen2 hehehe

    ReplyDelete
  2. Sungguh kreatif ya tim LCM ini..menciptakan menu baru yg gak kalah dg menu2 sebelumnya.. Aih, gak sabar ingin icip2 keripik lunpia cik meme ini nih..

    ReplyDelete
  3. Wih ada inovasi baru yg berkaitan dengan lumpia ya.Melihat penampilannya sekilas keripik lunpianya maknyus banget

    ReplyDelete
  4. Mantap bgt risetnya sampai setahun lebih. Benar2 gigih ya berusaha membuat inovasi baru.

    ReplyDelete
  5. Wuiiihhh....jadi gak sabar pengen nyicipin keripik lumpia hadiah give away kemarin.

    ReplyDelete
  6. Keripiknya enak, aku udah ngincipi. Anak-anak juga suka, harus beli lagi nanti kalo mau silaturahmi lebaran. Buat bekal ngemil di jalan biar olah raga mulut gitu, hahahaa

    ReplyDelete
  7. Besok aku ke semarang. Mau coba ah. Dari kemarin baca review-an terus jadi kepengen. Hehe

    ReplyDelete
  8. Inovasinya keren, bisa banget lihat peluang, ya.
    Aku jadi penasaran nih dari kemaren seliweran keripik lumpia ini.

    ReplyDelete
  9. Aku masih penasaran rasanya yakin wkaakka
    kaya apa sih, tapi wong aku aja suka lumpia pasti juga suka keripiknya

    ReplyDelete