Friday, July 13, 2018

Manajemen Waktu bagi yang Belajar Menulis

Sebenarnya, aku agak maju-mundur mau nulis soal manajemen waktu biar sempat menulis buat yang belajar menulis. Soalnya, ada yang tanya, “Gimana sempat menulis meski sambil mengurus batita?” Hhhmmm, anakku kan masih 1 jadi mungkin lebih mudah mengatur waktunya. Tapi nggak apa-apa deh, siapa tahu manajemen waktu ala-ku ini bermanfaat dan bisa ditiru. Kalau berhasil meniru, kutunggu lemparan “sesajen” berupa makanan ya? #PerutKarung.

Foto: laptop juga sering disabotase Anak Lanang, hehehe.

Baca juga: tips menulis lainnya.


Sebelum aku mau bocorin manajemen waktu IRT yang menulis ala-ku, biasanya manajemen waktu itu berupa jadwal. Misalnya gini:
04.00-04.30: bangun, sholat subuh, mandi.
04.30-05.30: belanja, masak.
Dst sampai bobok malam lagi.
Nah, kamu juga bisa mengikuti dengan membuat jadwal di atas itu. Pastikan ada jam khusus buat menulis dan bergosip, ups.

Tapi kalau aku, tidak bisa buat jadwal seperti di atas. Kenapa? Karena jam menulisku sangat tergantung mood Anak Lanang. Terkadang, dia mau maen sendiri jadi aku bebas menulis, tapi sering juga merengek minta maen bersama jadi aku harus bye bye sementara sama laptop, hiks.

Makanya, aku punya TO DO LIST MENULIS. Nih, aku kasih tahu to do list ala-ku ya:
-wawancara profil untuk emakpintar
-konten emakpintar
-edit konten emakpintar
-konten blog indscript
-Materi ... dst (pokoknya semua tugas ditulis, termasuk menulis untuk buku, menulis untuk blog, dll).
Yang paling atas adalah yang prioritas dan harus dikerjakan terlebih dahulu. Jadi, misalnya Anak Lanang boci, ya aku ngerjain wawancara profil untuk emakpintar, lalu konten emakpintar, dst gitu. Jadi nggak bingung harus ngerjain yang mana dulu, karena tugasnya juga banyak, hehehe. To do list itu aku catat di notepad dan jangan mengandalkan ingatan, karena aku suka lupa, apalagi lupa bayar utang, ups.

Selanjutnya, aku mengenali kapan waktunya bisa menulis dan mengintip to do list tadi. Kalo Anak Lanang, biasanya aku bebas menulis itu pas dia:

Satu, boci. 
Salah satu tantangan bekerja di rumah itu, jangan posesif sama kasur, hihihi. Liat kasur dikit aja, bawannya pengen gelar bodi terus ngiler. Apalagi liat anak kok wajahnya pules dan enak banget. Tapi, aku kadang ikut boci, cuma biasanya 10-15 menit aja. Soalnya, pe-er tulisan memanggil-manggil, “yuhuiii nulis, nulis, nulis.”

Dua, kenyang.
Biasanya, pas Anak Lanang selesai makan atau nyemil dan posisinya superkenyang, itu mau maenan sendiri. Jadi, aku maksimalkan dengan menulis. Walau seringnya sih, paling hanya berlaku selama 15 menit aja. Makanya, sebelumnya aku harus punya kerangka tulisan. Biar pas bisa menulis ya langsung nulis aja. Nggak pake bengong lama atau melamun di depan layar, hohoho.

Tiga, cicil tugas nulis di HP.
Kalo aku pegang HP, Anak Lanang nggak terlalu protes. Beda banget tiap liat aku ngetik di laptop. Nah, pas sempat pegang HP sambil nemenin anak maen, aku ngerjain tugas. Misalnya, bikin kerangka tulisan, balas chat soal pekerjaan, intip IG gosip, eh.

Menurutku, setiap IRT punya strategi tersendiri agar bisa menulis sambil mengurus anak. Nah, kalau versiku ya bikin to do list seperti di atas, bukan jadwal harian gitu. Yang penting, ada waktu khusus buat me time di rumah, walau sekedar bobok cantik dengan pules, hohoho.

Oh ya, gimana manajemen waktu Mak Tanty dan Mak Ade?
Terus, bagaimana dengan kamu? Apakah sudah punya manajemen waktu atau baru mau bikin?

1 comment:

  1. Hm...bisa dicontoh nih manajemen waktunya meski gak sama persis.. intinya merencanakan apa yg mau ditulis dan memaksimalkan waktu saat bisa menulis ya.. Maturnuwun, Wuri..

    ReplyDelete