Sunday, April 28, 2013

Cenat-Cenut Reporter Menggoncang Trax FM Semarang

Suara beningku ini mengudara lagi, cie... cie...Kebetulan radionya anak muda, Trax FM Semarang, mau menerima aku yang mantan anak muda ini sebagai tumbal, eh, maksudnya duduk di kursi "panas" mereka. Pada hari Jumat (26/4) jam 15.00 di acara "Skuldesak" lalu, aku dapat kesempatan sharing seputar buku Cenat-Cenut Reporter, dengan dipandu dua penyiar kece @dilloputra dan @qheysimatupang. Keduanya asyik banget selama koar-koar, bahkan bisa dibilang cerewet stadium akut. Penasaran, pada beli baterai mulut dimana yak? hihi *piss. Sampai tak terasa satu jam mengupas kisah pahit di balik layar selama menjadi reporter, yang tertuang di dalam buku. Padahal semua isi di buku itu pengalaman yang... ah, rasanya pengen amnesia saja deh, saking pahitnya, huhuhu...

1

Foto: @TraxfmSMGAh, di foto kok aku kelihatan lemes banget ya? Mungkin kurang blush on alami (baca: kurang tabokan batu bata), atau mataku terlalu sayu *dongkrak mata pake korek api.

Apa sih yang sempat ditanya para penyiar yang kepo abiz?

Pastinya, Anak Trax pengen tahu siapa Wuri? (Yang berani bilang, "Tidak." Sini, tak kasih lolipop rasa crayon!). Di radio sih, aku mengaku sebagai mantan reporter yang terdampar di Semarang. Gegara galau habis resign dari dunia liputan, akhirnya aku curhat dalam bentuk buku Cenat-Cenut Reporter.

Nah, soal isi buku seputar... Pasti pernah lihat acara di tivi 'kan? Kecuali situ hidup bareng tarzan, auwauwooo... Padahal, banyak cerita absurb dari balik layar lho. Mulai, reporter diusir narasumber, reporter sok tahu padahal salah fatal, sampai reporter tega menghabiskan jatah makanan narasumber (Eee... itu reporter atau tukang palak yak?). Belum lagi karakter masing-masing tokoh yang ajiiib banget, reporter ber-sidejob dagang, reporter yang otaknya ketinggalan di kasur, reporter apes mulu *mengheningkan cipta. Terkadang, narasumber sampai cakar-cakar tembok gegara wawancara enggak nyambung mulu, sabar... sabar... Apalagi kalau liputan bareng kameraman nge-hang, hasil gambar wawancara cuma giginya narasumber doang yang nongol!

Enggak cuma soal kru, ada kisah narasumber dengan beragam bidang, seperti seni, olah raga, pejabat, dll. Mulai narasumber galak, narasumber model sok cantik (kalau ini ya para reporter sirik saja sama artis yang kalah cantik), hingga narasumber aktor cakep abiz tapi kok ya... ... ck... ck... ck... baca saja deh bukunya.

Ada pertanyaan penyiar yang menggelitikku. "Setelah menulis buku ini, terus Mbak baca lagi, bagaimana perasaannya?"

Jawabanku adalah... "Kok ada ya orang seperti di buku ini?" *garuk-garuk kepala.

Jiaaah... padahal aku juga masuk di dalam buku itu, huhuhu... Habis gimana, walaupun dapat beasiswa sekolah kepribadian, tetap saja aku ya aku seperti di buku. Tapi penyiarnya sampai heran, "Ketemu langsung sama Mbak Wuri, ternyata orangnya kalem, beda banget dengan tulisan di buku." Aiiihhh... mungkin karena faktor U ya, kalau mau jejingkrakan kayak dulu, encok bisa kumat, hayyah... #Lebay.

Terima kasih buat tim Trax FM Semarang. Dan juga pertanyaan-pertanyaan dari Anak Trax.  Benar-benar pengalaman yang seru. Semoga, setelah baca buku Cenat-Cenut Reporter, tidak mengurungkan niat bagi yang bercita-cita menjadi reporter. Oh ya, ada yang sempat nanya, gimana sih cara menjadi reporter?

Jawabannya adalah... buat CV terus melamar sebagai reporter, hihi. Lha wong aku dulu juga gitu.

Oh ya, bagi yang ingin buku Cenat-Cenut Reporter gratis, bisa ikut give awayku, info disini. Aku tunggu sampai besok (28/4) malam yak.

Dan, berikut foto-foto keseruan selama on air. Big thank's to Echa yang sudah menemani sekaligus meminjamkan kamera HP buat futu-futu, gegara HPku low bat, ndak bawa power bank pula! Sempurna... Monggo kalau mau unduh foto narsis kalian ^_^

foto1720

Foto: Yeay... cerita buku Cenat-Cenut Reporter dimulai, buku yang bakal menghilangkan cenat-cenut. Itu si penyiarnya serius banget? Memang mendengarkan ocehanku atau benernya lagi cenat-cenut yak? *kabuuurrrr.

foto1760

Foto: Dillo dan Qhey koar-koar sampai meja siaran pada basah kena "hujan lokal" mereka.

foto1740

Foto: Hore... cenat-cenut hilang setelah baca Cenat-Cenut Reporter.

foto1742

Foto: Qhey with buku Cenat-Cenut Reporter. "Intip bukunya ah..."

foto1746

Foto: Dillo bareng buku Cenat-Cenut Reporter. "Buku yang ringan dan menghibur."

foto1761

Foto: Sebelum pulang, wajib foto bareng with Medina, Qhey, Dillo dan Echa.

Daripada cenat-cenut enggak jelas, mending Cenat-Cenut bareng Reporter ^_^

10 comments:

  1. suka....sukaa.....sukaaaaaaa
    jeng munif emang uhuuuyyyy

    ReplyDelete
  2. salam kenal ya mb :)

    yuuk..ikutan giveawayku :)

    ReplyDelete
  3. salam kenal juga... *meluncur ke blog Enny :-)

    ReplyDelete
  4. Mbak Wuri ini kayak saya, aslinya kalem tapi bisa nulis kocak
    *hahay geger kali ya*

    ReplyDelete
  5. mending PD daripada minder, mbak. hihihi

    ReplyDelete