Wednesday, January 17, 2018

Ingin Jadi Penulis Buku? Lakukan 10 Langkah Ini

Postingan ini khusus buat kamu, yang punya resolusi tahun 2018 menjadi penulis buku.
Atau, punya resolusi tahun 2017 menjadi penulis buku, tapi belum terwujud, dan resolusi tahun 2018 ini masih tetep ingin menjadi penulis buku.
Adakah yang seperti itu? Hihihi.

Baeklah, walaupun saya masih menulis sedikit buku. Iya sedikit, kalau nggak percaya cek daftar buku-bukuku di sini deh, atau lihat foto di bawah ini. Tapi, tetep ada aja yang tanya: gimana sih caranya menulis buku? Yak, dari pada jempolku keriting jawab satu per satu, lebih baik jawabannya kutulis sambil modus nambah viewer, hohoho.


Ini Dia 10 Langkah Jika Ingin Menjadi Penulis Buku 


Satu. Tentukan, kamu mau menulis apa? 
Buat yang masih bingung, enaknya nulis apa, kamu bisa nulis tentang:
- Kumpulan pengalaman pribadi, seperti yang lucu, atau horor, atau inspiratif, atau
- Ceritakan bidang yang kamu kuasai. Misalnya, pekerjaan kamu adalah akuntan maka bisa menulis buku tentang akuntansi, atau pekerjaan kamu adalah marketing maka bisa menulis buku tentang cara-cara promosi.
- Bisa juga menulis profilku *lalu yang baca pada kabur, hiks

Dua. Baca buku yang sejenis. 
Buat menambah referensi menulis kamu, baca buku yang sejenis dahulu, ya. Misalnya, kamu ingin menulis novel romance remaja, maka bacalah novel romance remaja yang pernah terbit. Berapa banyak? Sebanyak yang kamu sanggup, misalnya 5 buku, 10 buku, 15 kilo buku (weleh, kebanyakan). Soalnya, dengan membaca bisa juga kasih kamu ide baru bagaimana akan membuat tulisan nantinya.

Tiga. Membuat jadwal menulis. 
Jangan nunggu sempat, atau nunggu ada waktu luang, baru menulis. Yang ada, nggak sempat nulis, kan? Ya, kan? #YangNggakMauNgakuNantiDijewer #Galak. Makanya, jadwalkan dulu, kapan kamu akan menulis. Misalnya, kamu IRT, lalu memutuskan jam 9-10 pagi khusus untuk menulis karena anak-anak masih sekolah dan tugas domestik sudah selesai.

Empat. Pasang target menulis. 
Target wajib dimiliki oleh penulis jika ingin produktif. Kamu bisa pasang yang kecil-kecil dahulu. Misalnya, 1 hari harus 300 kata, atau 1 hari 1 halaman, atau berapa? Semampunya kamu, aja, dulu. Kalau sudah sering mencapai target tersebut setiap hari, bisa tingkatkan targetnya sedikit demi sedikit, ya. Nanti lama-lama, bisa menulis 1 artikel selama setengah jam saja, tanpa ilmu dukun, suwer, qiqiqi.

Lima. Tentukan reward dan punishment. 
Sudah punya target harian? Buat reward dan punishment, dari kamu sendiri dan untuk kamu sendiri. Kalau reward alaku adalah boleh jalan-jalan ke luar rumah kalau seminggu berhasil meraih target harian. Biasanya sekalian ngajak Anak Lanang ke playground, terus wisata kuliner berdua aja. Tapi, terkadang aku nggak ngambil reward ini sih. Sedangkan punishment alaku adalah tidak pergi ke luar rumah kalau nggak capai target *Anak Lanang yang guling-guling batal maenan di playground.

Enam. Menulislah. 
Selanjutnya adalah menulislah. Dalam proses menulis, sebaiknya kamu membuat outline, atau kerangka karangan, atau mind mapping, atau istilah apapun. Intinya “gambaran kasar” hasil tulisan kamu nantinya. Tujuannya, sebagai panduan ketika menulis sekaligus membuat proses menulis jadi lancar. Di tahap ini, yang penting kamu bisa menulis sampai selesai, ya. Jangan pedulikan apakah hasilnya bagus atau tidak. Jangan juga pedulikan apakah jarimu keriting atau tidak gegara sibuk nulis, hihihi.

Tujuh. Cari penerbit di toko buku. 
Naskah sudah jadi, maka kamu harus cari penerbit mana yang kayaknya cocok. Caranya, datangi toko buku, berhenti di rak yang menerbitkan buku yang sejenis dengan kamu, lalu catat nama-nama penerbit mereka. Selanjutnya, pilih salah satu penerbit yang sekiranya cocok. Kalau memilih, terkadang aku pakai feeling aja, hehehe, semacam, “Kayaknya nyoba penerbit A ah.” Tapi, ke toko buku sekalian beli buku, jangan cuci mata aja #modus.

Delapan. Istirahatlah. 
Naskah sudah jadi, rencana penerbit yang ingin “ditembak” juga sudah ada, maka istirahatlah. Lakukan yang membuat pikiran kamu segar. Tapi jangan lama-lama, nanti naskah kamu lumutan, hihihi.

Sembilan. Self editing. 
Ini langkah penting sebagai penulis, karena saatnya “mempercantik” naskah kamu. Coba kamu baca naskahnya dari halaman pertama sampai akhir dengan teliti. Mungkin, ada typo yang harus dibetulkan, ada kata atau kalimat yang harus diganti agar lebih menarik, atau sedikit merubah susunan kata. Biasanya sih, nggak sampai rombak semua naskah, bisa nangis darah, kan? huhuhu.

Sepuluh. Kirim naskah kamu. 
Ketika sudah mantap dengan naskahnya, buka website penerbit tersebut, lalu perhatikan syarat dan cara mengirimkan naskah. Setiap penerbit punya syarat dan cara tersendiri, seperti minta softcopy atau hardcopy, harus disertai sinopsis, outline, hingga biodata penulis. Ketika sudah mengirimkan naskah, lupakan sejenak dan biasanya sekitar 3 bulan akan mendapatkan jawaban dari penerbit. Selama menanti, kamu bisa menulis naskah baru. Jadi nggak perlu sampai menunggu di depan kantor penerbit selama berbulan-bulan *minta diusir satpam.

Semoga yang punya resolusi tahun 2018 menjadi penulis bisa lekas terwujud, ya. Silahkan mencoba tips di atas. Sekalian mau bilang terima kasih buat Lestari alias Taro, salah satu founder blogger perempuan Semarang "Gandjel Rel", karena sudah kasih tema postingan blogku.

26 comments:

  1. hahaha nulis profil ditimpukin keknya mba :D
    duh aku pengen banget telurin buku pisan kapan ya kalau ga dikerjain ya ga akan jadi y mba makasi tipsnya ini :)

    ReplyDelete
  2. Keren tipsnya mbak Wuri. Saya belum punya jadwal menulis dan target menulis (meskipun hanya nulis blog). Selama ini nulisnya kalau pas ada waktu dan nggak malas atau nggak ngantuk hihi..

    Sepertinya di 2018 saya harus mengubah gaya lama menjadi gaya baru ala tips mbak Wuri nih. TFS mbak :)

    ReplyDelete
  3. Wah saya punya cita-cita pengen nulis buku tentang cerita hidupku. Pengen aja berbagi kisah dan saling menguatkan 😃

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah...mamanya Arkhan ksh tips yg sedang sangat kuperlukan. Terima kasiiiih...

    ReplyDelete
  5. Poin 2 aku baru nyicil 2 bukulah. Masih kurang bgd ya mbk. Cuslah semangat nambah2 baca buku.
    Btw makasih banyak loh share keceny.. sukses selalu bwt mbk wuri amin

    ReplyDelete
  6. aku pengen juga buat buku sendiri
    selama ini alhamdulillah masih buku antologi
    saya simpan tipsnya mbak
    apalagi yang masalah pengiriman naskah
    agak gimana gitu, hehe

    ReplyDelete
  7. makasih tipsnya mbaa, pengen nulis buku lagi

    ReplyDelete
  8. hihi... yang penting mulai menulis dan konsisten, wah.. baca artikel i i aku jadi naskah yang udah lama gak disentuh

    ReplyDelete
  9. Wah tipsnya 'daging' banget mbaa. Merasa dijewer karena resolusi saya memang bisa menulis, dan bisa menerbitkan buku. Mojon doanya. Tfs yaa mbaa

    ReplyDelete
  10. Kalau saya yang susah kayaknya bikin jadwal menulis ini euy. Soalnya menulisnya suka disambi kerjaan kantor. Heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin habis pulang kerja, atau setengah jam di weekend

      Delete
  11. Ini yang aku cari, izin bookmark. Terimakasih ya mbak udah sharing :D

    ReplyDelete
  12. aku cateeeettt! Makasih sharingnya, Mbaak. Pengin punyak buku sendiri *masukin ke list resolusi*

    ReplyDelete
  13. yang penting disiplin, konsisten, dan nggak mudah putus asa ya, Mbak. Kadang udah niat, lama-lama bosen, mentok, ditinggalin. Nggak jadi2 naskahnya. Haha

    Oya, wajib belajar EYD juga nggak mbak?

    ReplyDelete
  14. Pengen nerapin reward and punihment nya deh...hihi, biar semangat mencapai target

    ReplyDelete
  15. Ayooo semangat,moga tahun ini bisa nelurin buku lagi aamiin

    ReplyDelete
  16. wah keren tipsnya, namun sulit juga ya jadi penulis buku itu, bukan karena tidak bisa menulis namun terkendala oleh waktu

    ReplyDelete