Saturday, June 6, 2015

Kupas Komik Mak Irits

Selamat tiup lilin ultah yang pertama buat Rahmi, eh, Mak Irits!
ups, #BaruIngetKalauRahmiMengakunyaSihBukanMakIrits



Yuhuiiiii! Kali ini aku bukan bikin review buku, tapi sumbang suara soal isinya komik Mak Irits. Tahu Mak Irits, kan? Ha? Enggak tahu! Duh, jangan kudet deh soal sosok yang happening di dunia per-irit-an itu. Atau bagi kamu yang enggak tahu soal Mak Irits mungkin hidup di dunia serba elit, yang enggak bete kalau tanggal tua, yang enggak pernah jualan pas antri di pom bensin, yang enggak kalap kalau diskon.



Oh ya, aku mau sekalian menjawab dua pertanyaan dari Mak Irits, lho:

Bagaimana kesan Iriters semua terhadap komik Mak Irits?
Di mata saya, Mak Irits adalah sosok inspirasional dalam hal kampanye irit demi kantong bisa tebal. Aku jadi dapat tips-tips praktis gimana bisa hidup irit dengan memaksimalkan apa yang ada sekaligus orang-orang di sekitar. Bahkan aku jadi terinspirasi untuk menjadi guide yang super-irits, seperti yang pernah aku tulis di sini, walau sudah nulis-tanpa-rasa-malu tapi tetap enggak menang, huhuhu *unfriend Mak Irits.
Ternyata, Mak Irits enggak hanya menjadi motivator dalam hal pengiritan, lho. Tapi sekaligus mendukung gerakan cinta lingkungan. Terbukti, beberapa cerita Mak Irits enggak hanya bikin haha-hihi, tapi terselip kasih cara agar irit plus peduli sama isu global warming. Tahu dong kalau beli di minimarket pasti kena charge Rp 1 buat plastiknya. Nah, daripada duit serupiah itu melayang, mending bawa tas belanjaan sendiri sekaligus jadi contoh hidup ala go green.

Bagaimana harapan Iriters terhadap komik Mak Irits ke depannya?
Dalam imajinasiku, pengin deh Mak Irits diangkat jadi film animasi. Lebih yahud lagi ada dubber-nya. Cocoknya sih pengisi suara Mak Irits itu suara yang cerewet, atau punya pengalaman jadi penyiar radio biar enggak merusak telinga gitu, hihihi. Nah, kayaknya paling cocok the one and only ya Rahmi #piss. Lebih sip lagi sesekali ada bakcsound suara anak yang pas diisi sama si unyu Thifa, “Mama... Mama...”
Terus, masih ada ada satu harapan lagi nih. Waktu komik Mak irits sudah di tangan, aku tuh langsung tamat sekitar 20 menitan. So, penginnya sih komik Mak Irits lebih tebal biar aku lebih puas ketawanya, hahaha. Mampus deh, batin penulis Mak Irits. Aku percaya kalo penulis Mak Irits itu punya segudang ide menulis pengalaman pribadi, ups, keceplosan, Mi.

Moga Mak Irits makin sukses ya. Ya di blog, fanpage, twitter, komik, bahkan kelak jadi film, serial televisi, tokoh kartun yang happening. (Kalau terwujud, jangan lupa bagi-bagi rezeki ke aku ya #kode :p)

8 comments:

  1. penasaran pengen baca komiknya juga :-)

    ReplyDelete
  2. Aamiin…semoga mak irits makin keceee….dibikin sampai berjilid-jiliid…

    ReplyDelete
  3. Aamiin, aamiin.. heheh.. btw ntar kalo bukunya lebih tebal ojo sambat nek harganya lebih mahal yoo, awas kalo sampe ditawar hahaha

    ReplyDelete
  4. @rahmi: tenang, bayarnya 3 kali ya :p

    ReplyDelete
  5. Cerita mak Irit tak sekedar lucu, tapi menggelitik, kadang ngitik2 yg sudah susah payah diumpetin. Hihihi

    ReplyDelete
  6. Nek tebal mengko jangan sampai dibuat tidur loh :p
    Sakses mak Iritsss :)

    ReplyDelete
  7. @taro: mbok doaka juga aku menang toh

    ReplyDelete