Tuesday, July 24, 2012

#BelitungTrip1 : BERKENALAN DENGAN PENULIS

[#BelitungTrip adalah catatan perjalananku selama di Belitung, yang hadir dalam lima episode, yaitu Tentang penulis, Tentang wisata, Tentang kejutan, Tentang kuliner, dan Tentang museum]

Alhamdulillah, akhirnya aku menginjakkan kaki di bumi Laskar Pelangi. Lokasi yang booming seiring dengan buku karya Andrea Hirata meledak. Otakku membuka memori lama. Saat aku berkesempatan wawancara dengan Bang Andrea di Bandung, sekitar tahun… 2007 kayaknya. Sosoknya yang sederhana dan antusias itu menggugah rasa penasaranku. Suara yang menjelaskan eloknya pemandangan sejak pertama menyentuh retina mata. Batin ini bergetar, sembari membiarkan bayanganku liar menggambarkan alam di Belitung. Aku masih ingat, seketika hanya berujar di batin, “Ingin suatu hari dapat ke sana.”



Allah SWT mengabulkan desisku, pada lima tahun kemudian. Di saat aku sudah melepaskan label reporter (dulu waktu masih bekerja, sering pula keluar kota, tapi belum pernah dikirim ke Pulau Belitung). Di saat harddisk di otakku bersiap menaruhnya di recycle bin, justru mimpi itu terejawantahkan.

Di Belitung, aku mendapatkan banyak cerita. Salah satunya berkenalan lebih dekat bersama penulis-penulis lain. Ada Mbak Ollie yang menyimpan berjuta pengalaman di bidang penulisan. Aku bertemu dengan Mbak Aida MA yang memberi contoh kepadaku untuk lebih bekerja keras agar meraih pencapaian tertinggi. Aku berkenalan juga dengan Steve, seorang guru yang cerdik mencari angle dalam menulis.

Ollie

Siapa yang tidak mengenal sosok Ollie di dunia penulisan? Tiga hari bersamanya meniupkan usaha yang harus dikeluarkan hingga meraih sebuah tulisan dengan maksimal. Secara konsisten Ollie menulis setiap harinya. Setiap orang memiliki waktu efektifnya, dan Ollie sudah menemukan saat selepas sholat subuh. Ollie juga orang yang memegang teguh jadwal. Ketika editor memutuskan dateline naskah selama 7 hari, maka Ollie acapkali memenuhi batas akhir tersebut. Ollie tidak pernah meminta mundur dari jadwal, karena kepercayaan editor harus dipegang teguh.

Ollie tidak hanya sebagai penulis buku, blognya juga memiliki karakteristik tersendiri. Blog dengan bahasa inggris yang fokus pada dua hal, yaitu menulis dan travel. Siapa mengira Ollie pernah jalan-jalan keluar negeri gratis melalui tulisan? Maka, saatnya membenahi blog menjadi suatu hal yang bermanfaat.

Satu hal yang aku suka dari kalimatnya. Bukan quote miliknya. Dia menjelaskan kalau social media adalah milik umum, maka kita harus berbagi dengan hal yang positif saja. Setuju saya!

Aida MA

Ibu satu anak yang mengaku baru terjun di dunia menulis pada awal 2011 ini, nyatanya sudah menghasilkan tiga buku solo *empat jempol*. Aida berbagi cerita kalau tidak pernah menawarkan tulisan ke penerbit. Ketiganya adalah hasil pemikirannya saat mengikuti lomba. Kisah perjalanannya selama menyusun naskah novel membuatku berdecak kagum. Sebuah riset mendalam mengenai setting, tokoh yang kuat, dan konflik yang real menjadi daya tarik kata-katanya.

Aku beruntung dapat satu kamar dengannya. Jadi tahu tips dan trik dalam menulis. Pasalnya, Aida adalah tipe dengan “power of kepepet” (baca: suka produktif mendekati dateline). Tidak heran kalau laptop menjadi sahabatnya. Malam hari, saat aku lelah mengelilingi Pulau Belitung, selepas subuh, ketika aku lebih bersantai ria. Aida kencan dengan laptopnya! *kasih empat jempol lagi*.

Steve

Sosok yang penuh energik ini membawa nuansa seru selama liburan. Aku pun tergelitik untuk membaca goresan penanya. Aku menyelami naskahnya. Mencoba memahami kelebihannya. Bagaimana Steve mampu memilih satu dari puluhan guru sepanjang nafasnya. Steve memilih guru yang paling inspriratif, menulis sesuai kata hatinya, dan menjalin silaturrahmi dengan Sang guru. Aku yakin, Steve mampu menciptakan genre baru dalam penulisan di Indonesia. Semoga terwujud!

Ketiga orang yang terjun di bidang penulisan, memiliki satu benang merah, yaitu usaha yang lebih untuk meraih imipian tertinggi. Ah, senang rasanya pernah berkenalan dengan mereka. Berbagi cerita seputar menulis. Tunggu cerita berikutnya yah.

Terima kasih pada #BiovisionWritingCompetition 2012 yang diselenggarakan oleh biovision dan nulisbuku.



Foto : saat bersama dengan Bu Muslimah.

Already miss you all…

Baca seri kedua disini, seri ketiga disini, seri keempat disini, seri kelima disini.

15 comments:

  1. mereka bener2 inspiratif ya mba wuri, termasuk mba wuri juga tntunya :)

    ReplyDelete
  2. Hidayah SulistyowatiJuly 26, 2012 at 11:44 AM

    Orang-orang terpilih selalu memiliki cerita dibalik kemenangannya :) moga mbak Wuri makin sukses di bidang menulis.

    ReplyDelete
  3. aamiin YRA. Moga sukses juga buat Mbak Wati ya...

    ReplyDelete
  4. sukses wuri, maju terus ya...tulisan kamu juga semakin ok banget kok, semangat yaaa, karena semua...pasti akan indah pada waktunya...

    ReplyDelete
  5. [...] memori otak tanpa secarik kertas informasi.  Tunggu episode berikutnya ya. Baca catatan pertama disini. Like this:LikeBe the first to like this. By wurinugraeni, on August 6, 2012 at 10:02 pm, under [...]

    ReplyDelete
  6. Keren bgt mba wuri, berkarya dan sukses terus

    ReplyDelete
  7. [...] episode terakhir tentang museum. Baca seri pertama tentang penulis disini, seri kedua tentang wisata disini, dan seri ketiga tentang kejutan [...]

    ReplyDelete
  8. [...] memori otak tanpa secarik kertas informasi.  Tunggu episode berikutnya ya. Baca catatan pertama disini, catatan ketiga disini, keempat [...]

    ReplyDelete
  9. [...] seri pertama tentang penulis disini, seri kedua tentang wisata disini, seri ketiga tentang kejutan disini, dan seri keempat tentang [...]

    ReplyDelete