Monday, July 25, 2011

bukan ocehan biasa

aku baru tau ada acara ini, sehari sebelumnya, info mba dedew di grup IIDN.  kebetulan ada dua jam kosong di hari itu, walah, aku bukan superstar yang sibuk offair dan onair, cuma kebetulan hari itu banyak acara, dari acara teman hingga acara keluarga, mencoba menyelipkan juga acara pacaran :-).  pas baru isi daftar hadir, jujur, aku baru tau kalo itu acara launcing Rumah Media, (for further information please visit www.lespifoundation.org), dengan bintang tamu mba dedew,  Pak Budi Maryono, dan Mas Wiwien Wintarto. lumayanlah, bisa nyuri-nyuri ilmu dari para sesepuh dunia pernulisan Semarang.  aku mendarat di lokasi sekitar pukul 10.00, telat setengah jam, tapi selama  setengah jam itu, baru di isi profil Rumah Media, "ah, tak apalah" batinku senang.  saat masuk ruang, wow, serasa masuk sekolah sedangkan jelas-jelas aku bukan anak sekolah, dilihat dari mukaku juga gak bakal ada yang percaya kalo aku ngaku anak sekolahan. okey, aku serasa muda, di antara para anak remaja yang masih mengenakan pakaian sekolah mereka. aku memilih duduk di belakang, berharap kalo ternyata salah masuk, aku lebih bebas cepat keluar. tapi tidak, ada mba dedew di sana. aku memilih untuk bertahan.

tidak lama, para artis Semarang itu segera maju ke depan dan mencoba menjawab pertanyaan besar, bener ga sih mengarang itu  rutenya selalu perkenalan-konflik-penyelesaian? kurang lebih jawaban luasnya di bawah ini : (di bawah tulisan ya, bukan di bawah laptop)

katanya sih penulis itu adalah makhluk tanpa batas. penulis bisa tembus ruang dan waktu, widiiihhh hebat bener yang para penulis, dah kayak bisa menciptakan mesin antar waktu, penulis juga layaknya pemilik skenario dalam kehidupan. ternyata, menulis itu tidak bergantung kepada bakat lho, jadi, mengapa bertanya "aku bakat jadi penulis nggak ya ?, karena menulis itu adalah keterampilan. semakin rajin menulis, semakin mengasah keterampilan menulisnya. layaknya pisau yang semakin di asah semakin tajam. jadi penulis sama aja ya dengan pisau ??? *bingung*.

ocehan berlanjut tentang tips penulis pemula. the one and only tips adalah... menulislah sekarang !!!. tapi konfilknya kurang, tapi temanya kurang menarik, tapi enggak ada waktu. stop !!! jangan pake tapi, menulislah, soal baik, bener, ato menarik itu sebuah proses. menulis bukan layaknya bikin tempe goreng, yang dipotong-dibumbui-digoreng-jadi deh, tapi proses memasang puzzle secara bertahap. haloooo ini taon 2011, ada teknologi ms. word yang memudahkan kita mengedit tulisan dimanapun dan kapanpun. tips penting lainnya yaitu juga baca-baca buku, mau buku masak ? boleh, mau buku novel ? bisa, mau buku pelajaran ? juga enggak apa-apa. karena membaca beragam karya, akan menambah pengetahuan kita tentang plot, tentang dialog, cara cerita, juga tentang karakteristik. biar enggak jadi penulis yang stagnant lho jeung... bisa baca karyanya Enid Blyton tentang anak-anak, ato Agatha Christie yang berdarah-darah, Pramoedya A. Tour, baca buku tentang bisnis ikan Lele, bisa baca imajinasi luar biasanya JK Rowling yang bisa dibilang semuanya menghayal. jadi jangan buku yang kamu suka dan kamu kuasai saja. semuanya digunakan sebagai pembelajaran dalam menulis. kalo beli buku, jangan jadi pajangan, tidak sekedar dibaca, tapi pelajari setiap kata-katanya.

karena menulis itu keterampilan, maka tentu wajib latihan. latihan menulis bisa dengan rajin update blog, jadi jangan sampai lupa password blog, walaupun dunia blog memang rentan copas, baiknya jangan seluruh tulisan tertuang di blog, apalagi tulisan yang akan dikirim ke penerbit. blog hanya sebagai ajang latihan, jadi tulisan di blog kelak bisa dikembangkan menjadi naskah menarik untuk masuk ke penerbit.

kalo ada yang nanya, di mana sih dijual ide ? di mana saja sebenarnya, bisa lewat baca status FB temen yang curcol, bisa baca cerita dari blog, hingga cerita-cerita di majalah juga bisa lho. jadi, jangan ada alasan enggak punya ide untuk menulis.

oh ya, bapak ibu semua yang ada di sini, gimana sih caranya menciptakan konflik ? bukankah kita hidup dengan konflik ? mau konflik kecil sampai besar layaknya kasus si Udin dari partai penguasa. oalah, lha kok nyambung politik ?. jadilah orang yang suka memperhatikan. banyak hal yang unik di dunia ini untuk diceritakan lewat tulisan.

ocehan kembali bergulir tentang tips yang ingin bukunya dilirik pembaca atau penerbit, bisa pake cara satu, menulis SEGERA (LAH) TERBIT BUKUKU ..., pasang fotonya di blogmu atau di FB karena efektif membuat penasaran teman-teman, kali aja ada teman yang berminat, ato syukur2 ada teman  editor yang ngelirik. atau mau cara yang lebih ekstrim ?, bisa menulis COOMING SOON BUKUKU... di blog/FB, padahal tuh cuma punya naskah dan desain cover, Sapa ngerti nasib awak lagi mujur, Kenal anak e sing dodol rujak cingur... (siapa tahu nasibku lagu beruntung, bisa kenal anaknya penjual makanan rujak cingur), walah suroboyoanku keluar  akhirnya. kali-kali aja tuh anaknya penjual rujak cingur kerjanya sebagai editor, terus tertarik sama naskahmu. so be confident !!! naskah ditolak, dukun enggak bakal bertindak.

ditolak ? biasa. kalah ? biasa. tapi jangan buang naskah anda begitu saja, kan tuh naskah masih bisa di-remake menjadi naskah yang lebih menarik. contohnya buku "Say No To Love" karya mas Wiwin, ternyata naskah pertama dibuat tahun 2003 untuk lomba novel, yang ternyata kalah karena endingnya dibuat menggantung, padahal mas wiwin waktu itu sempat yakin 100% menang karena naskahnya sangat artistik. akhirnya tahun 2005, mas wiwin menemukan ending yang berbeda, lalu remake ending, hingga penulisan benar-benar usai tahun 2006. dan di tahun 2007, tuh buku terbit deh.

ini ada tips penting bagi yang mau ngirim ke penerbit ? pertama, pilihlah dulu mau kirim ke penerbit mana, karena setiap penerbit punya spesifikasi dan genre tersendiri, pelajari dulu isi buku dari penerbit itu, baru bikin naskah. setelah jadi, baru di kirim, syukur2 dipertimbangkan, kalo di tolak yang bisa remake tuh naskah. kalo dipertimbangkan, biasanya dalam waktu 3 bulan baru dapat info ditolak atau dicetak. proses A-Z itu ternyata sampai beberapa bulan lho jeung... mo bikin buku, kayak orang hamil aja ya *geleng-geleng kepala*

ada tips lain bagi penulis lepas. bisa jadi penulis resensi buku. pertama, pilihlan buku termurah dan tertipis, lalu bikin resensi, lalu kirim ke media. kalau tulisanmu masuk di media cetak, kan dapat duit tuh, duitnya bisa jadi modal buat beli buku lagi untuk di resensi. terus, perlu tuh kliping tulisan kita dan kirim ke penerbit, penerbit pasti suka, biasanya penerbit kirim beberapa buku ke penulis, gratis bukunya, syukur2 dapet uang juga dari penerbit.

so, menulislah sekarang, menulis di semua genre, terus semangat, menabrak setiap tantangan, berkumpullan dengan komunitas, rajinlah membaca, tentukan waktu efektif anda masing-masing. karena menulis itu menyenangkan, karena menulis itu media kita untuk berbagi, soal dapet honor atau diterbitkan, itu soal nilai plus.

dan... acara berakhir, sempat ketemu mba dedew dan mita dari IIDN. ternyata mba dedew dah jadi artis :-) banyak yang minta foto bareng. aku masih kebagian yang motoin, hehe. no big deal. baeklah, ditunggu upload foto kita bertiga ya mita...

2 comments:

  1. tips nya ok banget,......menginspirasi bagi diri ku yang pemula, kadang masih mikir waH ini cerita menarik atau ndak terus membayangkan [enolakan n tata bahsa......semangat terus....

    ReplyDelete